Apakah Anda tahu untuk dapat menjadi seorang pemimpin sejati, Anda harus mampu memimpin diri sendiri terlebih dahulu?
Menurut suatu penilitian, ada 5 tingkat kepemimpinan, yaitu:
• Memimpin diri sendiri
• Memimpin segelintir orang
• Memimpin kelompok
• Memimpin unit bisnis atau organisasi
• Memimpin negara
Tentu saja, pertama-tama kita harus mampu menjadi pemimpin bagi diri sendiri sebelum mampu menjadi pemimpin bagi orang lain, organisasi, atau bahkan negara.
Bagaimana caranya? Marilah kita bersama-sama fokus pada 5 aturan utama untuk membangun kemampuan memimpin diri sendiri.
1. Jujur pada diri sendiri. Dengan jujur, kita akan mampu secara objektif mengidentifikasi kelebihan serta kekurangan diri sendiri. Dengan begitu, kita dapat menyelesaikan akar permasalahan yang menghambat pencapaian tujuan secara maksimal. Anda hanya perlu mengakui hal tersebut kepada diri Anda sendiri dan bertindaklah!
2. Tentukan target, baik untuk kehidupan pribadi maupun profesional. Tuliskan dan fokuslah pada target Anda. Jika Anda menghadapi rintangan, tetap fokus dan konsentrasi pada ‘hadiah utama’. Anggap rintangan tersebut sebagai suatu persimpangan sekaligus kesempatan Anda untuk mendewasakan diri dalam perjalanan mencapai target Anda.
3. Jadilah manusia pembelajar dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang dapat memberikan nilai tambah pada hidup kita. Sebagai manusia, kita belajar dengan lebih cepat dan efektif dengan melihat atau mendengar kisah sukses orang lain. Jadi bagun hubungan dengan orang-orang seperti itu.
4. Jangan berikan ruang untuk hal-hal negatif. Menjauhlah dari segala sesuatu yang hanya akan membawa hal-hal negatif dalam hidup kita. Negatifitas dapat tersamarkan dalam bentuk obrolan panjang dan menyenangkan dengan rekan kerja. Hanya diri kita sendiri yang dapat menentukan apa yang berharga untuk waktu dan tenaga kita. Lepaskan diri dari hal-hal semacam ini, bahkan jika itu berarti kita harus kehilangan kelompok. Mana yang lebih penting, kesejahteraan diri sendiri atau kesejahteraan kelompok? Kelompok bisa bertahan tanpa kita. Jadilah agen optimisme, pertama-tama kepada diri kita sendiri.
5. Jadilah rendah hati dan praktekkan hal-hal yang kita percayai setiap harinya. Jalani hari sekarang sebagaimana kita inginkan di masa depan. Bahkan lebih baik lagi, tinggalkan jejak-jejak langkah kita dengan memberikan makna pada hidup orang lain.
Memimpin diri sendiri sama ‘mudahnya’ dengan memahami diri kita dan usaha kita untuk mencapai tujuan hidup kita, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Memimpin diri sendiri merupakan seni kepemimpinan yang paling dasar yang harus kita kuasai. Bagaimanapun juga siapa yang ingin dipimpin oleh orang yang bahkan tidak bisa memimpin dirinya sendiri? Selamat memimpin, semuanya .